Akhirnya setelah lama aku maju mundur untuk memasuki dunia tulis menulis maka mulai hari ini aku resmikan bahwa aku telah melangkah masuk ke dunia ini, dunia yang mengekspresikan isi kepala dengan tulisan, sekedar pengen tau aja apakah di hari-hariku selanjutnya aku mampu untuk selalu lebih baik, karena tujuanku menulis adalah agar aku mampu mencatat apa yang aku dapatkan perharinya dan di 1 syawal 1428, 1429, 1430H... nanti aku akan meliahat apakah diriku semakin berharga dengan ilmu atau malah menjadi orang yang merugi karena menyia nyiakan modal utamaku yaitu waktu
Yang menimbulkan rasa takutku untuk menulis dahulu adalah padaku ada rasa takut ketahuan oleh siapapun, aku takut orang lain mengetahui isi hatiku, isi kepalaku, aku tidak pernah menghargai tulisanku sebagai sebuah karya, pikirku tulisan adalah bukan sebuah karya karena semua yang bisa baca tulis yach... pasti bisa nulis, tulisan hanyalah sebuah ekspresi kata yang tak terlantunkan dengan berbagai macam alasannya, saat itu aku tidak pernah memandang sisi baiknya sebuah tulisan, hemmm... baru setelah di usiaku 21 ini saat lingkungan menuntutku barulah aku memulai menggerakkan jemariku diatas key board.
Aku ingin menggali potensi diri karena ngeri saat aku teringat kembali dengan cerita "kutu anjing" begini ceritanya:
'Dahulu hiduplah seekor kutu anjing di sela sela bulu anjing:D, kutu anjing tersebut mempunyai kelebihan yang unik yaitu dia mampu melompat 300 kali lebih tinggi dari badannya bayangkan saja kalo diukur dengan manusia yang kalo saya pribadi hanya mampu melompat 1/2 dari badan saya, lompatan yang di maksud adalah lompatan yang manual tanpa alat bantu.
'Suatu hari sang kutu anjing tersebut tertangkap oleh seorang anak kecil yang memenjarakannya di sebuah kotak korek api, sang kutu anjing tak peduli dia tetap asyik melompat meski terhalang oleh dinding dinding korek api yang sempit, hingga suatu saat sang kutu anjing terbebas dan menikmati kembali alam luas jagad raya ini, tapi yang terjadi sang kutu anjing kehilangan keunikannya, tanpa dia sadari dia tak mampu lagi melompat 300 kali lebih tinggi dari badannya iya hanya mampu melompat setinggi kotak korek api yang telah memenjarakannya dan sang kutu anjing belum juga menyadari.
'Dia telah dirubah oleh lingkungannya, kotak korek api yang sempit itu, kemampuannya telah tertelan olehnya, dan aku tidak mau seperti itu. TAMAT
No comments:
Post a Comment